Tuesday, 12 April 2011

CANDI BRAHU TROWULAN



Candi Brahu terletak di Dukuh Jambu Mente, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Tepat di depan kantor Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala Jawa Timur yang terletak di jalan raya Mojokerto-Jombang terdapat jalan masuk ke arah utara yang agak sempit namun telah diaspal. Candi Brahu terletak di sisi kanan jalan kecil tersebut, sekitar 1,8 km dari jalan raya.
Ada pendapat yang mengatakan bahwa Candi Brahu lebih tua dibandingkan candi lain yang ada di sekitar Trowulan. Nama Brahu dihubungkan diperkirakan berasal dari kata 'Wanaru' atau 'Warahu', yaitu nama sebuah bangunan suci yang disebutkan di dalam prasasti tembaga 'Alasantan' yang ditemukan kira-kira 45 meter disebelah barat Candi Brahu. Prasasti ini dibuat pada tahun 861 Saka atau, tepatnya, 9 September 939 M atas perintah Raja Mpu Sindok dari Kahuripan. Menurut masyarakat di sekitarnya, candi ini dahulu berfungsi sebagai tempat pembakaran jenasah raja-raja Brawijaya. Akan tetapi, hasil penelitian yang dilakukan terhadap candi tersebut tidak menunjukkan adanya bekas-bekas abu atau mayat, karena bilik candi sekarang sudah kosong.

akhir tahun 2010 yang lalu, merupakan hari-hari yang sibuk buat kami bertiga, karena banyak sekali tugas-tugas yang harus kami selesaikan.pingin refresing tapi tak ada waktu libur, akhirnya saat ada undangan perkawinan seorang teman di desa bejijong trowulan, tak kami sia-siakan kesempatan itu untuk sekalian mengunjungi candi brahu di sela-sela perjalanan ke rumah temanku di bejijong, lumayan lah hitung-hitung refresing membuang kejenuhan kerja sehari-hari.


Saat masuk area candi ternyata akan di adakan sebuah acara simposium sejarah dengan tema “tumapaking wahyuning mojopahit” nanti malam di candi brahu tersebut, tampak beberapa petugas panitia yang sedang mempersiapkan acara tersebut, ada yang memasang janur kuning di sekitar candi, ada yang mempersiapakan gamelan,spiker dsb...

Karena akan di adakan acara simposium sejarah ” di candi tersebut, maka pengunjung tak bisa bebas melihat-lihat bagian depan candi, tapi untunglah ada salah seorang panitia yang berbaik hati, dia menawarkan diri untuk memotret kami bertiga dan mempersilahkan kami melihat-lihat bagian depan candi, tentu saja kami sangat senang sekali, jarang lho ada orang yang mau berbaik hati seperi itu...




kami bertiga pun segera bergaya di depan kamera, setelah mendapatkan beberapa photo, kami pun segera mengucapkan terimakasih pada mas yang baik hati itu, sebenarnya dia masih bersedia menemani kami untuk melihat-lihat candi, tapi kami merasa sungkan karena dia sendiri juga sedang sibuk.
Saat akan keluar dari area candi, aku melihat sekumpulan anak-anak desa sekitar sedang bermain bola di halaman belakang candi. tiba-tiba aku pingin banget photo dengan anak-anak itu, maklum aku suka dengan anak-anak, apalagi kalau lucu dan menggemaskan..hehehe...
aku panggil dan ajak photo bersama kami., dan ternyata mereka antusias sekali, mereka segera berlari ke arah kami meninggalkan permainan bolanya. Aku menunjuk salah satu anak yang paling besar untuk menjadi photografer kami, dengan terlebih dahulu aku ajarin dia caranya menggunakan kamera digital, dan hasilnya jadilah beberapa photo kami bersama anak-anak itu.



salah satu temanku, mengingatkan kami untuk segera melanjutkan perjalanan ke rumah teman kami di bejijong, karena langit terlihat mendung agar kami tidak kehujanan di jalan. Kami pun mempercepat langkah kami menuju ke tempat parkir dan melanjutkan perjalanan.

1 comment:

  1. dari cmuanya q plg suka yg ini...
    mantabbbb deh... nO coMment....

    ReplyDelete