Friday, 8 April 2011

MAHA VIHARA (BUDHA TIDUR)

Patung Budha Terbesar di Indonesia terletak di kompleks Maha Vihara Mojopahit, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan.
Patung Budha tersebut dalam posisi miring seperti tidur. Menurut kepercayaan umat Budha, posisi tersebut merupakan posisi Sang Budha Gautama saat wafat.
Terbuat dari cor semen yang berukuran panjang 22 meter, lebar 6 meter, tinggi 4,5 meter, merupakan patung Budha terbesar di indonesia , dan terbesar ketiga di dunia.
Di bawah terdapat ruangan yang dimanfaatkan untuk meditasi umat Buddha. Puncak kunjungan wisatawan terjadi pada saat hari libur, termasuk libur idul fitri.

Beberapa bulan yang lalu, tepatnya di akhir tahun 2010, aku dan dua orang temanku sempat mengunjungi wihara budha tidur di BEJIJONG trowulan. Kami tidak sengaja datang ke sana, karena tujuan utama kami adalah menghadiri undangan pernikahan teman yang kebetulan rumahnya hanya berjarak 20 meter dari wihara itu. Setelah mengganti pakaian kami dengan t'shirt yang lebih santai kami pun bergegas menuju wihara.
Awalnya kami sempat ragu saat akan memasuki wihara tersebut, karena di luar suasananya sangat sunyi, kami tidak yakin di perbolehkan masuk karena setahu kami wihara ini adalah tempat ibadah. Tapi ternyata dugaan kami salah, di dalam ternyata banyak sekali pengunjung yang mengabadikan photo-photo mereka di dekat patung budha tidur, tentu saja kami sangat antusias sekali. Tampa menunggu lama kami pun segera bergabung dan mengabadikan photo-photo kami di sana. Dan hasilnya cukup bagus, sekilas kita seperti lagi photo di negeri china , itu komentar salah satu temanku yang melihat photo-photo itu






Banyak sekali relief-relief pada bagian bawah patung yang menceritakan sejarah sang budha, sehingga patung tersebut terkesan artistik dan sangat megah.Selain patung budha tidur, di wihara itu ada sebuah miniatur candi borobudur di tambah lagi pemandangan sekitarnya yang cukup asri dan sejuk.

setelah puas melihat-lihat hampir seluruh tempat di wihara ini, kami pun bergegas pulang karena hari pun sudah semakin sore.

No comments:

Post a Comment